Loading...

Rumah Antik di Pekanbaru Dilahap Api, 20 Kucing Anggora Terjebak



 
Pekanbaru (detikperjuangan.com) - Sejumlah kucing peliharaan dan benda bersejarah di rumah tua Jalan Sumatera Kota Pekanbaru hangus terbakar, Kamis (6/1/2022) pukul 19.20 Wib.

Rumah bersejarah milik Tetty Purnama itu terbakar diduga akibat konselitik listrik di bagian atap sebelum akhirnya meluas.

"Cukup banyak ya barang antik dan banyak yang menawar di rumah antik itu, harganya miliaran," ujar Wakil Ketua DPRD Riau, Agung Nugroho yang rumahnya berada di sebelah rumah terbakar, Kamis (6/1/2021).

Agung mengatakan kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik. Sebab warga di sekitar rumah sempat melihat percikan api di atap rumah sebelum akhirnya meluas.

"Kebakaran rumah itu, sementara diduga karena korsleting listrik. Tadi memang kelihatan tadi karena kami di sini, di atap depan ada percikan api ya," jelasnya.

Pemilik rumah sempat menangis histeris melihat rumahnya terbakar. Mereka tidak kuasa menahan tangis karena ada sekitar 20 ekor kucing anggora yang terjebak di rumah tersebut.

"Korban jiwa tak ada, tapi ada 20 kucing tadi di dalam. Makanya pemilik nangis-nangis karena ada kucing di dalam. Tapi ada sebagian yang sudah dikeluarkan dan lari," ucap Agung.

Ketua RT setempat, Evi Nurdin mengatakan banyak barang antik di rumah tersebut. Di mana rumah mewah milik alm Mustafa Yatim itu juga sempat dijadikan museum keluarga.

"Banyak barang antik, baju-baju melayu itu banyak. Makanya lama api mati di atas itu," kata Evi.

Evi mengakui rumah sempat jadi museum sejak 2 tahun terakhir. Namun, sejak 4 bulan lalu bagian depan rumah disewakan untuk jadi cafe dan telah mulai beroperasi.

"Jadi kafe sudah 4 bulanlah. Tapi bagian depan saja, di belakang tetap anak pemilik rumah yang menempati. Semua selamat," katanya.

Akibat kebakaran, listrik di sekitar lokasi yang berjarak 100 meter dari Kajaksaan Tinggi dan kantor Gubernur Riau padam. Hingga saat ini petugas Damkar madih berusaha menjinakkan api yang menjalar sampai ke belakang rumah.( PAS/dpc) 
Lebih baru Lebih lama