Loading...

Menenun Harapan, Ikhtiar Pemuda Sakai Merajut Asa di Industri Migas

 


Keterangan foto: Fadilah (23) pemudi Sakai yang berhasil menamatkan pendidikan tinggi berkat beasiswa Suku Sakai PHR dan kini menjalani magang kerja di PHR di tim kehumasan ( PHR) 


Bengkalis ( Detikperjuangan.com)  – Bagi Fadilah (23), menempuh pendidikan tinggi awalnya terasa seperti mimpi yang terlalu jauh untuk digapai. Apalagi, tekadnya yang kuat untuk tidak membebani biaya ke orang tua juga sangat besar.

Sebagai bagian dari Suku Sakai, salah satu masyarakat adat di Provinsi Riau, akses terhadap pendidikan tinggi sering terhalang oleh berbagai keterbatasan. Namun, garis hidupnya berubah saat program Beasiswa Suku Sakai dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir membuka pintu peluang. Selama empat tahun, Fadilah menjalani masa perkuliahan dengan lancar berkat dukungan dari PHR.

Kini, Fadilah bukan lagi sekadar mahasiswa di UIN Suska Riau penerima beasiswa Suku Sakai dari PHR. Ia adalah salah satu bukti keberhasilan dari sebuah program pengembangan sumber daya manusia yang dirancang khusus untuk mengangkat derajat masyarakat adat di wilayah operasi perusahaan.

Tak hanya sekadar menerima bantuan biaya kuliah, Fadilah juga berkesempatan mengasah tajam kemampuannya melalui program magang kerja di lingkungan profesional PHR pasca menamatkan pendidikan tinggi.

“Beasiswa ini bukan hanya soal biaya sekolah, tapi soal peningkatan kemampuan dan kapasitas, saya banyak dapat ilmu serta manfaat yang luas. Setelah lulus kuliah, saya dapat kesempatan magang kerja di PHR. Ini adalah bekal ilmu yang tak ternilai untuk masa depan saya,” ungkap Fadilah dengan penuh semangat.




Ket Foto : Ahmad Fuadi (23) pemuda Sakai yang berhasil menamatkan pendidikan tinggi berkat beasiswa Suku Sakai PHR dan kini menjalani magang kerja di PHR di tim operasi dan produksi.( PHR) 

Ia merasa, bahwa beasiswa Suku Sakai yang diberikan PHR kepada dirinya dan anak-anak Sakai lainnya sangat bermanfaat untuk mendukung pendidikan dan masa depan yang cerah.

Selain Fadilah, hal serupa juga dirasakan Ahmad Fuadi (23), pemuda Sakai yang menerima beasiswa di Universitas Islam Riau (UIR) dan kini menjalani magang kerja PHR di tim operations.

“Bersyukur telah mendapatkan kesempatan meraih beasiswa Sakai dan kesempatan magang kerja di PHR. Melalui program ini, saya memperoleh pengalaman, pengetahuan, serta pembelajaran berharga yang sangat bermanfaat sebagai bekal pengembangan diri dan profesionalisme ke depan. Semoga PHR senantiasa sukses dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Dukungan PHR melalui Beasiswa Suku Sakai membuktikan bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Dengan memberikan akses pendidikan yang setara, anak-anak seperti Fadilah dan Ahmad Fuadi kini memiliki "senjata" untuk menyongsong masa depan gemilang.

Program Beasiswa Suku Sakai adalah sebuah misi peningkatan sumber daya manusia yang nyata. Berdasarkan data dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HPPMSR), program ini telah memberikan dampak signifikan terhadap struktur pendidikan masyarakat setempat.

Berikut adalah pencapaian dari program tersebut, yakni, menekan angka putus sekolah, telah terjadi perbaikan sebesar 31%, di mana angka putus sekolah yang semula berada di titik 100% kini berhasil ditekan menjadi 69%.

Kemudian jangkauan luas, hingga saat ini, lebih dari 99 orang putra-putri terbaik Suku Sakai telah merasakan manfaat langsung dari beasiswa ini. Kemudian kualitas akademik yang unggul, para penerima beasiswa membuktikan daya saing mereka dengan meraih rata-rata IPK 3,4.

Dan selanjutnya yakni kemandirian ekonomi, keberhasilan jangka panjang terlihat dari 70% alumni penerima beasiswa yang kini telah terserap di dunia kerja maupun sukses membangun usaha mandiri (berwirausaha).

Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, bahwa program beasiswa Sakai ini merupakan inisiatif pengembangan SDM dan dukungan akses pendidikan bagi masyarakat adat Suku Sakai di Provinsi Riau. 

“Program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang mandiri, profesional, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.(***) 


TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Victorio Chatra Primantara 
Sr Officer Media Relations Zona Rokan 
HP: 0821-6210-3858
victorio.primantara@pertamina.com

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama