Loading...

Apel Rutin, Pekerja SPTI-SPSI PT PAA Jaga Persatuan dan Siap Jadi Garda Terdepan

 

Foto :  Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) PT Pelita Agung Agrindustri saat menggelar apel bersama.(ist)


Bathin Solapan- ( detikperjuangan.com) Ratusan orang pengurus dan anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F-SPTI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Selasa (1/6/21) menggelar apel bersama sempena  hari lahir Pancasila.

Dalam apel rutin tersebut, seluruh anggota F-SPTI K-SPSI yang bekerjasama dengan PT Pelita Agung Agrindustri (PAA) di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis diminta untuk menjaga keutuhan dan kekompakan, serta bersyukur dengan pencapaian saat ini dan juga  kompak dalam memberantas penyebaran Covid-19 dengan penerapan prokes.

Ketua F-SPTI K-SPSI, LG Sijabat dalam apel tersebut menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus agar tidak bosan untuk mengingatkan seluruh anggota SPTI-SPSI untuk tetap menjaga keutuhan dan persatuan.

Dengan tegas, Sijabat menyemangati para anggotanya untuk senantiasa mengokohkan semangat dalam bekerja serta mempertahankan keutuhan serikat pekerja ini.

"Dan yang terpenting tetap komitmen dan siap menjadi garda terdepan membela dan melindungi PT PAA dari gangguan pihak luar," kata LG Sijabat.

Baru-baru ini, keputusan manajemen menolak kerjasama dengan organisasi serikat SPTD dinilai mereka merupakan keputusan yang tepat dan bijak.

Mereka sangat mengapresiasi, lantaran antara PT PAA dengan SPTI-SPSI sudah menjalin komitmen kerjasama dan sudah menjadi mitra sejak awal berdirinya PT PAA di Simpang Bangko ini.




Organisasi yang dipimpin Sijabat merupakan yang sudah lama berdiri dan perusahaan berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat dan para pekerja. Sehingga dampak tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah operasi perusahaan.

Di samping itu, menurut Sijabat, demi keutuhan dan kekompakan seluruh anggota dan jajaran SPTI-SPSI PT PAA Simpang Bangko, pihaknya menghimbau agar seluruh anggota jangan mudah terprovokasi dengan bujukan dan rayuan dan jangan pula mau dibodohi dengan iming-iming yang tidak jelas.

"Apalagi tujuannya untuk merongrong PT PAA dan keutuhan serikat pekerja yang sudah ada sejak dulu yaitu SPTI-SPSI PT PAA, karena di sinilah tempat kita bekerja dan mencari makan. Inilah priuk nasi kita, apakah kita mau priuk nasi kita dikotori orang ? tentu tidak," ujar Sijabat, menyemangati para anggota.

Untuk itu, ia mengajak untuk sama-sama kita menjaga keutuhan dan persatuan SPTI-SPSI PT PAA Simpang Bangko agar tetap eksis dan jaya sampai kapan pun.

"Kami juga ingatkan kepada seluruh anggota, jika ada riak-riak kecil yang terindikasi mengganggu kemitraan dan sinergi antara PT PAA dengan SPTI-SPSI, segera informasikan dan laporkan kepada kami untuk kita padamkan. Jangan dibiarkan membara dan menjadi api dalam sekam yang akan membuat kita semua kepanasan dan akhirnya terpecah belah," ujarnya.

Ia menilai, bahwa pekerjaan yang dijalani para anggota serikat buruh ini sudah lama dijalani. Sehingga pihaknya tak ingin diganggu dalam mencari nafkah untuk rumah tangga para anggota.

Hal itu ditekankannya kepada seluruh anggota, demi keberlangsungan dan kejayaan serikat pekerja tersebut

"Sudah bertahun-tahun kita kerja disini modal pegang tojok menafkahi keluarga. Di luar sana banyak yang tidak pegang tojok tetapi lebih sukses, berhasil dan lebih kaya dari kita karena keberadaan PT PAA di sini, tidak pernah kita ganggu, kenapa sekarang kita pula yang diganggu," ujarnya prihatin.

Ia menilai, pihak-pihak yang mencoba mengganggu adalah mereka yang tidak pernah bersyukur dengan keberadaan PT PAA bahkan mereka pula yang selalu mengganggu dan merongrong.

"Kami ada dan hadir setiap hari di sini karena kami peduli dengan anggota, begitu juga anggota, setiap hari hadir di sini karena peduli dengan keutuhan SPTI-SPSI PT.PAA. Kita adalah SPTI, SPTI adalah kita, 
SPTI ada untuk PAA", tambahnya.( Rls/ jon-dpc)



Lebih baru Lebih lama