Loading...

Wakapolda Riau Ajak Semua Pihak Sosialisasi Protokol Kesehatan COVID-19

 





Pekanbaru (detikperjuangan.com) - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Tabana Bangun mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensosialisasikan protokol kesehatan COVID-19, menjadi agen sosialisasi 5 M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda dalam agenda DPRD Riau mengumpulkan Dirut RSUD dan Kadiskes se-Riau di Pekanbaru, dalam rangka untuk mencari solusi atas angka COVID-19 di Riau yang semakin mengkhawatirkan, Kamis (3/6/2021).

"Protokol kesehatan harus bersama kita dorong dalam penerapannya. Misalnya manfaat memakai masker. Karena bagaimanapun ada masyarakat yang tak tahu kegunaan dan apa kerugian kalau tidak memakai masker. Ada wilayah yang belum paham soal sosialisasi ini," kata Wakapolda.

Ia juga mengatakan, 5 M tersebut harus dilakukan secara berbarengan, karena jangan hanya ditonjolkan masker, tapi kerumunan tak diarahkan kepada masyarakat.

"Kita harus bersama-sama mensosialisasikan protokol kesehatan. Kita semua petugas mengubah prilaku masyarakat. Tetap semangat. Semangat seperti kapal Lancang Luning. Siang dan malam kita berlayar. Agar Covid-19 hilang," tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Perkembangan kasus COVID-19 di Riau, pada Kamis (3/6/2021), terdapat penambahan 400 kasus terkonfirmasi COVID-19.

Kabar baiknya di Riau juga terdapat penambahan 471 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh. Namun, kabar dukanya terdapat penambahan 13 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19.

"Spesimen yang diperiksa hari ini berjumlah 2.103 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 1.929 orang. Hasilnya, 400 orang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Kamis malam.

Dijelaskannya, dengan adanya penambahan ini, maka total terkonfirmasi COVID-19 di Riau menjadi 61.502 kasus. Yaitu terdiri dari pasien yang masih isolasi mandiri 5.012 orang, rawat di RS 996 orang, sembuh 53.866 orang dan 1.628 meninggal dunia," jelasnya. ( PAS/ dpc) 
Lebih baru Lebih lama