Loading...

MBG di Duri Diduga Terkontaminasi Belatung, Tameng Adat LAMR Mandau Angkat Bicara

Foto : Tameng Adat LAMR Kecamatan Mandau Handana ( Ist)

DURI, ( Detikperjuangan.com)  — Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kembali menjadi sorotan publik. Di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, sebuah dapur penyedia MBG diduga menyalurkan makanan dan buah yang tidak layak konsumsi. Bahkan, dari temuan yang beredar di ruang publik, bahan makanan tersebut diduga terkontaminasi belatung.

Dugaan ini mencuat setelah warga mengunggah dokumentasi visual di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak kondisi buah yang diduga telah membusuk dan mengandung larva. Jika dugaan tersebut terbukti benar, persoalan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kelalaian teknis semata, melainkan berpotensi menjadi ancaman serius terhadap kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.

“Ini program negara, bukan proyek coba-coba. Jika makanan yang disalurkan dalam kondisi seperti ini, risikonya sangat berbahaya bagi kesehatan,” ujar Handana, Hulubalang Tameng Adat Lamr Mandau, Jumat (30/1/2026).

Program MBG sejatinya dirancang sebagai intervensi negara untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda. Namun, dugaan temuan ini justru membuka pertanyaan serius terkait lemahnya pengawasan, diabaikannya standar higienitas, serta potensi pelaksanaan program yang tidak sejalan dengan tujuan awal.

Handana menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tanggung jawab tidak hanya berada pada dapur penyedia. Ia menegaskan adanya indikasi kegagalan dalam rantai pengawasan, mulai dari pelaksana teknis hingga otoritas pengendali di tingkat daerah.

“Program besar dengan anggaran besar tidak boleh dikerjakan dengan mental proyek murahan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh, investigasi independen, serta pemberian sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, program MBG tidak boleh berubah menjadi bom waktu kesehatan yang justru mencederai kepercayaan publik terhadap agenda strategis nasional.

“Program Presiden Prabowo Subianto harus dijaga marwahnya. Jangan sampai tujuan mulia ini dikotori oleh kelalaian di lapangan. Makan Bergizi Gratis harus benar-benar bergizi, higienis, dan manusiawi—bukan sekadar gratis, apalagi berbahaya,” pungkas Handana.


*Korwil SPPG Bengkalis Belum Beri Tanggapan*

Dugaan temuan belatung, bahkan puntung rokok, pada makanan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bengkalis memicu keprihatinan publik. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi sehat bagi masyarakat justru diduga tercoreng oleh persoalan kebersihan dan lemahnya pengawasan pangan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, temuan tersebut diduga ditemukan pada salah satu paket makanan MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat di sebuah Sekolah Dasar di Kecamatan Mandau. Dugaan ini kemudian menyebar luas dan menuai reaksi keras dari masyarakat yang mempertanyakan standar higienitas serta kualitas pengelolaan program.

Saat dikonfirmasi awak media, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bengkalis, Fhirman Sinaga, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat tidak mendapat respons.

Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak SPPG maupun instansi terkait guna menjawab dugaan tersebut serta memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan.(***) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama