Loading...

Heboh Penculikan di Kawasan Perumahan, Polisi Minta Masyarakat Waspada

 




Pekanbaru (detikperjuangan.com) - Kasus penculikan yang menghebohkan warga di wilayah hukum Polsek Tampan, Pekanbaru, ditindak lanjuti polisi.

Kasus tersebut viral di linimasa facebook dan grup-grup WhatsApp. Atas informasi itu, kepolisian sektor Tampan, Pekanbaru langsung menghubungi pihak korban.

Kapolsek Tampan AKP I Komang Aswatama menjelaskan, bahwa pihaknya melalui Bhabinkamtibmas di Kelurahan Sialang Munggu sudah berupaya menghubungi pihak korban.

Namun saat ini, orang tua yang bernama Despita dan anak Aira yang berusia 11 tahun terkendala, lantaran keluarga sedang ada agenda ke luar daerah dan si anak dalam kondisi trauma.

"Permasalahannya korban ini belum dapat mengkonfirmasi ke Polsek, lantaran si anak masih trauma. Dan pihak orang tua mau pergi ke Tembilahan," ungkapnya.

Menurut Kapolsek, dengan hadirnya korban ke polisi, tentunya pihaknya bisa segera mengambil keterangan, dan mengetahui ciri-ciri pelaku yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Kemudian dalam kasus ini, polisi juga sudah menkonfirmasi ke pihak ketua RT setempat dimana korban melompat dari mobil. Dijelaskan I Komang, bahwa saat korban yang berusia 11 tahun tersebut melompat, lokasi itu berada di wilayah Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

"Kejadiannya dibenarkan korban, namun ia belum bisa menkonfirmasi lebih lanjut karena kendala tadi," ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya bakal mengusut lebih lanjut informasi penculikan tersebut, sembari menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak korban kepada polisi.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolsek, bahwa menurut keterangan RT, korban tersebut sempat mau dibawa ke Pekanbaru. Namun ia melompat saat di wilayah Tambang tersebut.

"Korban si anak ini sekolahnya di wilayah Tarai (Kampar), ibunya juga domisili di Desa Kualu. Tapi itu kami kesampingkan dulu, yang penting kami coba proaktif terlebih dahulu dalam kasus ini," ungkap I Komang.

Dengan adanya kasus ini, Kapolsek meminta masyarakat agar lebih waspada, dan tidak melepaskan anaknya begitu saja di lingkungan.

"Bagi yang punya anak agar lebih waspada, jangan melepaskan anaknya begitu saja. Apalagi di masa seperti ini ya, banyak orang menghalalkan segala cara," sarannya.

Sebelumnya, viral di media sosial bahwa terjadi penculikan di wilayah Kualu-Kubang. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Sabtu, akhir pekan kemarin.

"Terjadi penculikan anak di perumahan kami (daerah kualu-kubang) kemarin hari Sabtu. Kronologinya, anak perempuan kelas enam SD itu baru mau berangkat MDA sekitar jam dua siang. Tiba-tiba dia ditarik masuk ke sebuah mobil Avanza. Di dalam mobil itu juga sudah ada beberapa anak perempuan lain yang sepertinya juga korban. Mobil terus melaju ke jalan Suka Karya, Panam."

"Sampai di jembatan Suka Karya, mobil berhenti karena si penculik sedang menelepon. Si anak ini yang kebetulan duduk di dekat pintu langsung mengambil kesempatan itu buat kabur. Alhamdulillah dia masih diberi keselamatan dan bisa bertemu lagi dengan keluarganya."

"Peringatan bagi orang tua agar lebih berhati-hati lagi menjaga anak-anaknya. Jangan sampai lengah.  Ngeri banget sekarang, siang bolong, di tengah perumahan ramai pun mereka berani beraksi. Apalagi di kampung yang masih sepi-sepi.", sebutnya ( PAS/dpc)
Lebih baru Lebih lama