Loading...

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Kadiskes Riau Imbau Warga Tidak Euforia



Pekanbaru (detikperjuangan.com) - Pemerintah provinsi Riau, kembali mengingatkan kepada masyarakat Riau untuk tidak euforia terhadap penurunan kasus harian COVID-19. 

Dalam satu bulan ini, penambahan kasus COVID-19 di daerah itu berada dibawa 20 kasus. Kendati demikian, selama pemerintah belum menerbitkan aturan boleh melespas memakai masker, protokol kesehatan (prokes), masih menjadi aturan yang musti diterapkan bagi seluruh masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, bersyukur atas kasus yang setiap harinya menurun. Namun, ia melihat masih ada sejumlah warga yang tidak patuh prokes, tidak memakai masker sembari berkumpul. 

“Kasus positif di Riau masih di bawah 20 kasus, dan ini harus terus dijaga jangan terlalu bereuforia dengan penurunan kasus ini. Tetaplah menjaga prokes, masker jangan dilepas, apalagi kalau ada pertemuan dan berkumpul. Masker masih menjadi hal yang penting untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus,” ujar Mimi Yuliani Nazir, Minggu (7/11). 

Dijelaskan Mimi, penurunan kasus positif di Riau juga tidak terlepas dari tingginya antusias warga untuk divaksin. Terutama warga Kota Pekanbaru dan Kota Dumai, saat ini sudah mencapai 70 persen. Untuk kabupaten lainnya, proses vaksinasi juga masih digencarkan oleh pemerintah setempat.

“Vaksin juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan kasus positif COVID-19. Untuk itulah perlu terus ditingkatkan vaksinasi. Pekanbaru sudah mencapai 80,3 persen, dan sekarang mengejar target 60 persen lansia untuk divaksin. Kota Dumai mencapai 68,4 persen, dan daerah lain masih ada yang dibawah 30 persen, seperti Kabupaten Kuansing 28,7 persen, Inhil 27,3 persen,” kata Mimi.

Sementara itu, dari informasi penambahan kasus positif COVID-19 di Provinsi Riau, Minggu (7/11) terjadi penambahan 4 kasus positif total kasus positif 128.139 kasus. 

Pasien yang sembuh bertambah 17 orang, total 123.949 orang. Dan pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Riau kembali  tidak terdapat pasien yang meninggal.(PAS/dpc)
Lebih baru Lebih lama