Loading...

Efek Ganda Pemanfaatan Biogas di Desa Energi Berdikari Binaan PHR


Caption : Seorang penerima manfaat Program Desa Energi Berdikari PHR, di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kampar memperliahtkan hasil perkebunan mentimunnya yang tumbuh subur menggunakan bioslurry.( phr)



Pekanbaru, ( Detikperjuangan.com) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan berkomitmen dalam mendukung kemandirian energi masyarakat di Provinsi Riau. Lewat Program Desa Energi Berdikari (DEB), PHR terus berupaya mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan berupa biogas di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kampar. 

Setelah sukses pada 8 pembangunan reaktor tahun 2022, PHR kembali membangun 12 reaktor biogas dalam memperkuat kemandirian energi masyarakat pada 2023. Hingga saat ini, terdapat 20 reaktor biogas untuk masyarakat Desa Mukti Sari. Sedangkan satu unit reaktor biogas lainnya berada di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. 

Seluruh fasilitas biogas secara resmi telah diserahterimakan dari PHR kepada 20 penerima manfaat Desa Mukti Sari, pada Selasa, 19 Desember 2023. Turut hadir perwakilan dari Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar, Perangkat Desa Mukti Sari serta mitra pelaksana Yayasan Rumah Energi (YRE).

“PHR mengapresiasi dukungan dari berbagai pemangku kepentingan yang berperan aktif dalam pelaksanaan program ini sejak awal,” kata Manager CSR Pertamina Hulu Rokan Pinto Budi Bowo Laksono, Jumat (5/12/2024). 

Bersama mitra pelaksana Yayasan Rumah Energi (YRE), PHR mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dengan memberikan pelatihan Pembangunan konstruksi reaktor serta pemanfaatan biogas dan bio-slurry (pupuk) kepada penerima manfaat. 

Biogas yang dimanfaatkan berasal dari kotoran ternak yang diolah menjadi energi alternatif. Pada 2023, inovasi pengolahan energi terbarukan ditingkatkan, tidak lagi hanya menggunakan kotoran sapi, namun energi juga dihasilkan dari kotoran kambing, limbah ampas tahu bahkan kotoran manusia.  

Sejauh ini, total energi yang dihasilkan dari 21 unit instalasi biogas mencapai 288 kWh perhari atau 105.402 kWh pertahun. Warga juga bisa menghemat penggunaan LPG secara rerata tiga tabung perbulannya atau setara Rp 75.000 per bulan. 

Tidak hanya menghasilkan energi, instalasi biogas turut memberikan efek berganda bagi masyarakat. Kelompok masyarakat binaan PHR ini juga mampu memproduksi bioslurry atau pupuk cair dan padat hingga menjadi pundi-pundi pendapatan baru bagi masyarakat. 

Tercatat pada bulan November 2023, dalam kurun waktu satu bulan masyarakat yang tergabung dalam kelompok yang diberi nama Biotama Agung Lestari ini mampu memproduksi 211 liter pupuk cair kemasan. 

Adanya produk turunan dari biogas berupa pupuk cair dan padat ini dimanfaatkan masyarakat untuk budi daya sayur dan tanaman holtikultura. Salah satunya Wartoyo, yang semula berjualan tahu keliling, kini menambah jualannya berupa sayur bayam dan sayur kangkung dari hasil kebun yang menggunakan bioslurry. 

“PHR mengapresiasi pencapaian dari Kelompok Penerima Manfaat, sehingga bisa memproses dan memproduksi produk turunan program ini, yaitu pupuk cair dan padat dari bioslurry. Kami berharap kelompok penerima manfaat tetap solid dan mempertahankan kegiatan ekonomi yang tercipta dari program ini, baik itu produk turunan biogas, maupun budi daya sayur dan produk hortikultura yang saat ini sudah berhasil di jual ke Masyarakat desa,” ucap Pinto. 

Kepala Desa Mukti Sari Waryono mengucapkan terima kasih kepada PHR atas pendampingan yang sudah diberikan kepada masyarakat. Tidak hanya mendukung kemandirian energi, keberadaan reaktor biogas telah mendorong terciptanya sirkular ekonomi bagi masyarakat di Desa Mukti Sari.

“Manfaatnya sangat luar biasa dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap ilmu yang sudah dibekali bisa berkelanjutan, sehingga terciptanya kemandirian energi dan ekonomi masyarakat desa,” katanya. ( Rlsphr/dpc)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama