DURI ( Detikperjuangan.com) – Ketua Ranting Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kecamatan Mandau periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan, Sabtu (24/1/2026), bertempat di Gedung Pertemuan Susuka Hotel Duri.
Pelantikan dan pengukuhan Ketua Ranting DPC PKDP Kecamatan Mandau ini mengangkat tema “Saciok Bak Ayam, Sadantiang Bak Basi. Seio Sakato, Kompak Satu Pendapek dan Basatu Padu Dalam Melakukan Sesuatu”.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPC PKDP Kecamatan Mandau, Deman S, S.Pd, didampingi Wakil Ketua Arizal. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PKDP Kabupaten Bengkalis Syaiful Ardi, SH, Ketua dan anggota Lembaga Niniak Mamak PKDP, Padusi-padusi Piaman, AMPD, IKA-IKA di bawah naungan PKDP Kecamatan Mandau, serta tamu undangan lainnya.
Berdasarkan rapat pemilihan dan penyusunan Ketua Ranting, ditetapkan, diputuskan, diangkat, dan disahkan nama-nama Ketua Ranting PKDP pada masing-masing kelurahan dan desa, yakni:
1.Yusman – Kelurahan Babussalam
2.Romi Hasfikar – Kelurahan Balik Serosa
3.Suwardi KRN – Kelurahan Air Jamban
4.Novi Yuliade Putra – Kelurahan Pematang Pudu
5.Akmal – Kelurahan Duri Timur
6.Asman Amran – Kelurahan Duri Barat
7.M. Arifin – Kelurahan Balik Alam
8.Chairul Anwar – Kelurahan Gajah Sakti
9.Farizal – Kelurahan Talang Mandi
10.Syafrizal – Desa Harapan Baru dan Bathin Betuah.
Ketua DPC PKDP Kecamatan Mandau yang diwakili Wakil Ketua Purn TNI Arizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dalam acara pelantikan tersebut. Ia berharap momentum ini menjadi awal yang baik bagi penguatan organisasi ke depan.
“Setelah dilantik, kami harapkan kepada seluruh Ketua Ranting agar segera menyusun kepengurusan ranting masing-masing, dengan melengkapi struktur sesuai ketentuan dan keputusan wilayah yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan organisasi sebagai tanggung jawab bersama dalam menjalankan roda organisasi secara sehat dan bermartabat.
Terkait keanggotaan, Arizal menjelaskan bahwa PKDP membagi anggota ke dalam dua kategori. Pertama, anggota biasa, yakni warga Pariaman asli atau yang memiliki ikatan kekerabatan langsung dengan Pariaman. Kedua, anggota luar biasa, yaitu mereka yang berasal dari luar namun memiliki kontribusi nyata dan komitmen terhadap organisasi, sebagaimana telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT).
“Apabila di suatu ranting masih kekurangan anggota, dimungkinkan merekrut anggota luar biasa, namun tetap mengutamakan warga asli atau saudara kita sendiri terlebih dahulu,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa PKDP merupakan organisasi nasional yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, hingga pemberdayaan dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, penguatan kebersamaan dan kedekatan di tingkat ranting menjadi hal yang sangat penting.
“Ranting merupakan ujung tombak organisasi. Dari pusat hingga ke bawah, rantinglah yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Keberadaan dan penguatan ranting tidak dapat diabaikan,” tambahnya.
Secara historis, ranting PKDP telah dibentuk sejak 20 April 1984 oleh para tokoh dan orang tua PKDP di Jakarta. Sejak awal, ranting menjadi bagian penting dalam struktur organisasi dan tetap berada di bawah panji PKDP.
Meski dalam perjalanannya terdapat dinamika dan tantangan, termasuk adanya beberapa ranting yang tidak lagi aktif, pembentukan dan penguatan ranting tetap harus dilanjutkan demi keberlangsungan organisasi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang hingga saat ini masih setia dan solid bersama organisasi. Semoga ke depan PKDP semakin kuat, bersatu, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.
Sementara itu, Lembaga Niniak Mamak PKDP, H. Rusli AB, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur karena seluruh unsur PKDP dapat berkumpul dan bersatu.
“Apa yang telah kita pikirkan dan sepakati bersama, mudah-mudahan dapat membawa PKDP semakin maju ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya pemahaman antara sosial dan politik. Menurutnya, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan harus dijalankan secara sehat dan bijak.
“Politik bukanlah sesuatu yang salah, selama dijalankan secara sehat dan bijak, karena politik adalah akal dan ikhtiar untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Jika kita tidak berpolitik, kita akan tertinggal. Oleh karena itu, organisasi sosial dan politik harus saling mendukung demi masa depan yang lebih baik,” kata Rusli AB.(***)





Posting Komentar