Bengkalis ( Detikperjuangan.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H sebagai sarana refleksi diri dan peningkatan iman bagi para warga binaan, Selasa (20/01). Bertempat di Lapangan serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkalis, acara yang dimulai dengan pembukaan protokol dan lantunan gema Wahyu Ilahi ini dihadiri langsung oleh Kalapas Bengkalis, Prio Tri Laksono, serta menghadirkan penceramah H. Awaluddin Hasibuan, S.Ag., M.Pd. Kegiatan ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan pemberian hadiah bagi pemenang berbagai lomba religi, mulai dari lomba Azan hingga Tartil Al-Qur'an, sebagai bentuk apresiasi atas proses hijrah dan pembinaan mental para warga binaan.
Dalam sambutannya, Kalapas Bengkalis Prio Tri Laksono menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia berharap esensi perjalanan spiritual Rasulullah dapat menginspirasi warga binaan untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Menurutnya, pembinaan melalui jalur agama adalah fondasi utama agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.tutur Priyo Tri Laksono.
Suasana khidmat semakin terasa saat H. Awaluddin Hasibuan menyampaikan ceramah agamanya. Dalam tausiah yang ditutup dengan doa bersama tersebut, beliau menekankan pentingnya menjaga salat dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Pesan-pesan spiritual ini tampak disimak dengan saksama oleh seluruh peserta yang hadir, menciptakan atmosfer haru sekaligus penuh harapan di dalam area Lapas.
Akhir acara ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba keagamaan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Untuk kategori laki-laki, apresiasi diberikan kepada pemenang lomba Adzan, Hafalan Surat Yasin, dan Hafalan Surat Pendek. Sementara itu, untuk warga binaan perempuan, apresiasi diberikan kepada pemenang lomba Tartil Al-Qur'an.
Pemberian hadiah ini menjadi simbol bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi seseorang untuk berprestasi dan memperdalam ilmu agama. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, diharapkan nilai-nilai disiplin dan spiritualitas yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis. ( ***)




Posting Komentar