MANDAU ( Detikperjuangan.com) — Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaiful Ardi, SH, memanfaatkan momentum reses untuk menyerap aspirasi sekaligus mensosialisasikan berbagai program pemerintah daerah kepada masyarakat. Kegiatan reses tersebut digelar di Jalan Hasanudin RT 02 RW 04, Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kamis (12/2/2026).
Syaiful Ardi yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan anggota Komisi IV DPRD Bengkalis membidangi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat menyampaikan sejumlah program strategis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.
Di bidang kesehatan, Syaiful Ardi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan layanan BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga yang belum memiliki BPJS tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan hanya membawa Kartu Keluarga ke puskesmas maupun rumah sakit pemerintah.
“Bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah sudah menyiapkan skema jaminan kesehatan agar masyarakat tetap bisa berobat tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi warga yang sebelumnya terdaftar BPJS melalui perusahaan tempat bekerja namun kini sudah tidak aktif, dapat kembali mendaftarkan kepesertaannya melalui puskesmas atau rumah sakit umum sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kesehatan, Syaiful Ardi juga menyoroti sektor pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kata dia, menyediakan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa semester tiga hingga semester tujuh. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.
“Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua dan memastikan anak-anak kita tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Syaiful Ardi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan pembangunan rumah ibadah dan sarana pendidikan keagamaan, seperti masjid, mushala, dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), melalui pengajuan proposal.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan dana operasional rumah ibadah, sebesar Rp25 juta untuk masjid dan Rp23 juta untuk mushala, yang disalurkan setiap dua tahun sesuai ketentuan. Dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasional, termasuk honor petugas dan kebersihan.
Tak hanya itu, masyarakat juga dipersilakan mengajukan usulan infrastruktur lingkungan, seperti pembangunan jalan dan parit. Namun, Syaiful Ardi mengingatkan agar khusus usulan parit, masyarakat terlebih dahulu memastikan alur hulu dan hilir agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Syaiful Ardi turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat serta berharap seluruh amal ibadah dapat diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Semoga kebersamaan dan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.(*)




Posting Komentar