Loading...

Jelang Peralihan Blok Rokan, Polres Bengkalis Pastikan Wilayahnya Kondusif

 




Duri (detikperjuangan.com) - Peralihan blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan tinggal menghitung hari.

Dijadwalkan 8 Agustus 2021, operasional salah satu ladang minyak di Indonesia tersebut memasuki masa transisi ke BUMN.

Menjelang itu, pihak Kepolisian Resort Bengkalis mengupayakan agar situasi dan kondisi di lapangan selalu kondusif.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengatakan, bahwa dalam proses transisi ini, yang pertama dan utama adalah kondusifitas wilayah.




"Sambil menunggu apa yang disampaikan oleh LAM Riau, kita semua harap tetap menjaga kondusifitas, mari kita semua berfikir jernih untuk kemajuan wilayah ini," katanya, usai pertemuan dengan pengurus LAMR Mandau-Bengkalis, di Duri, Rabu (4/7/2021).

Di samping itu, aksi solidaritas yang hendaknya dilakukan oleh masyarakat dan dari LAM Riau yang seyogianya dilaksanakan pada besok Kamis (5/8/2021) diurungkan terlebih dahulu.

Hal ini mengingat dan menimbang kondisi pandemi covid-19 dan mematuhi imbauan dari pihak kepolisian.

Panglima Mudo LAMR Bengkalis, Munawar Rosidi SE mengungkapkan bahwa persiapan aksi yang dilaksanakan tersebut ditiadakan, lantaran terkait dengan koordinasi Kapolres Bengkalis untuk tetap patuh pada hukum yang berlaku.

"Sesuai kesepakatan, itu dibatalkan, tapi didudukan dengan yang bersangkutan. Kami akan berkoordinasi, akan MoU terkait kesejahteraan dan soal bumi Melayu ini," ungkapnya.

Selain itu, Munawar menyebut bahwa ditiadakannya aksi tersebut guna mengurangi resiko pengumpulan orang banyak. Dan hal ini pun sudah disepakati.

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum LAMR Provinsi Riau, Erwanto SH mengatakan, bahwa pihaknya juga masih menunggu soal somasi yang dilayangkan mereka kepada PT Pertamina soal kesejahteraan masyarakat Riau dan masyarakat adat khususnya.

"Soal somasi ke PT Pertamina, kami masih menunggu 7 hari. Kalau tak ada itikad baik, kami akan melakukan gugatan ke pengadilan negeri. Kami sudah koordinasi dengan petinggi LAMR, dan sampai sekarang memang belum ada kejelasan," tuturnya.(PAS/ dpc)
Lebih baru Lebih lama