Mandau ( Detikperjuangan.com) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Tribrata, Kelurahan Duri Barat,Kecamatan Mandau Rabu (8/4/2026) malam, tak menyurutkan semangat kebersamaan warga. Di halaman Kantor Lurah, ratusan masyarakat tetap bertahan mengikuti prosesi pisah sambut lurah yang berlangsung hangat, khidmat, dan penuh haru.
Kegiatan ini menandai peralihan kepemimpinan dari Lurah lama, Tommy Adi Putra, S.STP., M.Si kepada Rahmawati, SH. Momen tersebut turut dihadiri Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si, Sekcam Rio Sentosa, S.STP., M.Si, Kepala KUA Mandau Saim, S.Ag., M.Sh, serta jajaran staf kecamatan, TP-PKK, Posyandu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutan perpisahannya, Tommy Adi Putra tampak haru saat menyampaikan kesan dan pesan selama menjabat. Ia mengakui masih banyak kekurangan, namun merasa bersyukur atas dukungan dan kebersamaan masyarakat selama masa pengabdiannya.
“Yang berat itu bukan pindah tempatnya, tapi meninggalkan orang-orang baik seperti Bapak dan Ibu sekalian,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan, sekaligus berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meski dirinya kini bertugas di tempat baru.
Sementara itu, Rahmawati selaku lurah yang baru menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat meski di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun kedekatan dengan warga dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.
“Saya datang bukan untuk merasa paling tahu, tapi untuk belajar. Saya ingin menjadi lurah yang dekat, mau mendengar, dan bisa diajak berdiskusi,” ujarnya.
Rahmawati juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan dan kritik demi kemajuan bersama.
“Kalau saya salah, tolong tegur dan ingatkan. Saya ingin tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri,” tambahnya.
Camat Mandau, Riki Rihardi, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan warga yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara swadaya.
Menurutnya, hal ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi modal utama dalam pembangunan.
“Tidak ada yang bisa maju sendiri. Daerah ini akan berkembang jika dibangun dengan kebersamaan dan kekompakan,” tegasnya.
Pisah sambut ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan juga menjadi cerminan eratnya hubungan sosial masyarakat Duri Barat. Di tengah rintik hujan, tersimpan harapan baru agar kebersamaan dan semangat gotong royong terus terjaga, melampaui waktu dan pergantian kepemimpinan. (***)






Posting Komentar