BENGKALIS ( Detikperjuangan.com) – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis diprediksi kian meningkat seiring potensi munculnya fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Super”.
Peringatan ini disampaikan Guru Besar IPB University bidang perlindungan hutan, Bambang Hero Suharjo, saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang turut didampingi Kapolda Riau Herry Heryawan. Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar prediksi, melainkan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda nyata dampak perubahan iklim global.
Menurutnya, peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang diperkirakan mencapai sekitar 2,7 derajat Celsius menjadi indikator kuat munculnya El Nino kategori ekstrem.
“Situasi ini berpotensi menyerupai kejadian tahun 1997–1998, di mana kebakaran hutan meluas hingga jutaan hektare,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, fenomena El Nino akan menyebabkan kondisi lahan menjadi semakin kering dan sangat rentan terbakar. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kebakaran dapat meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan.
Dari hasil pantauan di lapangan
Bambang juga menyoroti mulai turunnya tinggi muka air di kanal dan parit yang mendekati batas kritis. Kondisi tersebut menjadi indikator awal meningkatnya risiko karhutla di wilayah tersebut.
Tak hanya ancaman api, ia juga mengingatkan bahaya asap kebakaran yang kerap dianggap sepele. Padahal, asap mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk hidrogen sianida yang dapat memicu gangguan kesehatan serius bahkan kematian.
“Jangan anggap asap sebagai hal biasa. Di dalamnya terdapat zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Bambang menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dalam mencegah karhutla. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk tidak menunggu hingga kondisi memburuk.
“Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan. Ini tanggung jawab bersama karena dampaknya dirasakan luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli intensif serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko kebakaran akibat fenomena El Nino.(***)




Posting Komentar